Bisnis dropship akhir-akhir ini semakin banyak diminati karena minim modal dan minim risiko. Dalam bisnis dropship, kita tidak perlu menyetok barang, kita hanya menjadi semacam perantara antara pembeli dan suplier. Selain minim modal dan minim risiko, bisnis dropship juga sangat praktis karena kita tidak perlu melakukan packing dan pengiriman secara mandiri, semua itu akan dilakukan oleh suplier. Namun demikian, menjadi dropshiper tentunya memiliki kekurangannya sendiri. Pertama, hampir semua dropshiper memiliki persentase keuntungan yang lebih kecil dibandingkan dengan reseller (penjual yang melakukan stok barang dari suplier kemudian dijual kembali). Biasanya keuntungan dropshiper adalah 10-15%. Jika ingin mendapatkan keuntungan yang lebih besar dari itu, dropshiper harus menaikkan harga, dan hal ini pastinya menjadi poin minus tersendiri. Harus bersaing harga dengan suplier rasanya cukup berat kecuali dropshiper bisa membangun branding yang kuat. Kedua, dropshipper biasanya kes...